PAMEKASAN, KEMENHAJ – Sebanyak 969 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Pamekasan dipastikan telah menyelesaikan pelunasan biaya haji tahap pertama untuk penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026. Pelunasan ini mengikuti ketentuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, dengan batas akhir tahap pertama pada Selasa, 23 Desember 2025.
Tahap kedua pelunasan dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai Jumat, 2 hingga 9 Januari 2026.
“Total kuota calon jemaah haji tahun 2026 di Pamekasan diperkirakan mencapai 1.379 orang. Pada tahap kedua nanti, kami targetkan sekitar 300 jemaah dapat menyelesaikan pelunasan,” ujar Kepala Kementerian Haji dan Umrah Pamekasan, Abdul Halim, Jumat (26/12/2025).
Persiapan Administrasi dan Kesehatan Diperketat
Selama proses pelunasan tahap pertama, pemerintah juga menyiapkan kelengkapan administrasi jemaah—mulai dari paspor, visa, hingga pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan lebih ketat menyesuaikan aturan terbaru.
“Pemeriksaan kesehatan kita lakukan lebih detail untuk memastikan kondisi jemaah tetap terpantau. Ini penting agar ketua kloter dan tim kesehatan dapat mengatur mobilitas jemaah selama di Tanah Suci dengan baik,” jelasnya.
Dari total jemaah yang telah melunasi, sekitar 389 orang masuk kategori lanjut usia (lansia). Karena itu, pendataan khusus kembali dilakukan agar pelayanan dan pendampingan bisa lebih optimal.
“Bagi jemaah yang belum bisa melunasi karena kendala kesehatan, terutama lansia, nantinya kuota dapat dialihkan kepada ahli waris sesuai aturan yang berlaku,” tambahnya.
Rontgen Toraks Jadi Syarat Pemeriksaan
Menyesuaikan kebijakan pemerintah Arab Saudi, seluruh jemaah yang telah melunasi wajib melakukan rontgen dada (toraks) sebelum menjalani medical check-up di puskesmas.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah yang sudah melunasi berada dalam kondisi sehat. Pemeriksaan ini memang lebih ketat dibanding tahun sebelumnya, namun tujuannya untuk mempermudah petugas kloter dalam pengaturan jemaah selama di Tanah Haram,” ujar Halim yang juga mahasiswa program doktoral UIN Madura.
Seleksi Petugas Haji Juga Sudah Dilaksanakan
Selain persiapan jemaah, pemerintah juga telah melaksanakan seleksi petugas haji, baik untuk petugas kloter maupun Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Seleksi meliputi pemeriksaan administrasi dan ujian berbasis Computer Assisted Test (CAT), sebelum hasilnya dikirim ke tingkat provinsi.
“Kuota petugas terbagi dalam beberapa jalur, mulai dari PTKI, kantor kementerian kabupaten, hingga PPIH Arab Saudi. Masing-masing jalur memiliki tingkat persaingan berbeda dan tahapan akhirnya diputuskan di tingkat provinsi,” tuturnya.
Diperkirakan Berangkat dalam Tiga Kloter
Total jemaah haji asal Pamekasan diperkirakan akan terbagi ke dalam tiga kelompok terbang (kloter) lengkap dengan ketua kloter, pembimbing ibadah, dan petugas kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Menutup penjelasannya, Abdul Halim mengimbau seluruh jemaah untuk memperkuat kesiapan spiritual dan menjaga kesehatan.
“Kami mengajak para calon jemaah untuk saling membantu, menjaga sikap, membawa barang seperlunya, serta memperbanyak doa dan niat ikhlas. Semoga seluruh rangkaian ibadah haji berjalan lancar dan menjadi haji yang mabrur,” pungkasnya.
Penulis : Humas


