Surabaya (kemenhajpamekasan) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Dr.H Mohammad As’adul Anam menegaskan pentingnya membangun standar etika yang sederhana, membumi, dan berorientasi pada kebersamaan dalam keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah.
Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pada pertemuan Ketua dan Anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian Haji dan Umrah Jawa Timur, yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.
Menurutnya, etika organisasi tidak harus ditampilkan melalui kemewahan, tetapi justru melalui sikap saling mengenal, saling menghargai, dan membangun komunikasi yang sehat, khususnya di antara para istri pejabat dan aparatur penyelenggara haji dan umrah.
“Kita sedang membangun standar etika yang sederhana, tidak perlu kemewahan. Yang terpenting adalah saling mengenal, saling memahami, dan membangun komunikasi yang baik di antara keluarga besar kita,” ujar Anam dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa Dharma Wanita memiliki peran strategis sebagai ruang silaturahmi, penguatan solidaritas, sekaligus wadah pembelajaran. Salah satu fokus yang didorong adalah pembekalan keterampilan bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Kemenhaj provinsi Jawa Timur agar mampu menghasilkan pendapatan secara mandiri dengan cara yang elegan, produktif, dan bermartabat.
“Dharma Wanita perlu menjadi ruang belajar bersama, termasuk belajar bagaimana menghasilkan penghasilan secara mandiri. Bukan sekadar membantu, tetapi menjadi pribadi yang berdaya,” katanya.
Lebih lanjut, Anam
menegaskan bahwa seluruh anggota Dharma Wanita merupakan bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Timur. Karena itu, kebersamaan dan saling pengertian menjadi kunci dalam menopang tugas-tugas pelayanan publik.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan pengertian kepada keluarga, khususnya para istri aparatur, terkait intensitas kerja tinggi yang tengah dihadapi jajaran Kementerian Haji dan Umrah dalam mempersiapkan pelaksanaan ibadah haji.
“Saat ini kami sedang bekerja keras mempersiapkan penyelenggaraan haji. Tidak jarang kami harus lembur dan pulang melebihi jam kantor. Kami mohon pengertian dan dukungan dari keluarga,” ujarnya.
Ia menutup sambutan dengan mengapresiasi peran Dharma Wanita sebagai penopang moral dan emosional aparatur, serta berharap sinergi yang terbangun dapat memperkuat kualitas layanan haji dan umrah yang profesional, humanis, dan berintegritas.[frz]
Penulis : Humas Kemenhaj Pamekasan
Editor : Frz
Sumber Berita : Pembinaan Dharma Wanita Persatuan Kementerian Haji dan Umrah di Asrama Haji Surabaya


