Surabaya (Kemenhaj Pamekasan) — Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pamekasan, Abdul Halim, turut ambil bagian dalam rangkaian Seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) Tahun 2026 yang digelar di Asrama Haji Surabaya, Kamis (22/1/2026).
Tepat pada pukul 08.00 WIB, Kepala Kemenhaj Pamekasan bersama rombongan mengikuti kegiatan Computer Assisted Test (CAT) yang berlangsung di Gedung Muzdalifah. Pada kegiatan tersebut, turut hadir Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr KH. Mochamad Irfan Yusuf M.Si yang memberikan sambutan sekaligus arahan kepada para peserta seleksi. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama Menteri Haji dan Umrah.

Halim menyampaikan bahwa keterlibatannya sebagai penguji dalam sesi wawancara seleksi Petugas Haji Daerah (PHD) tahun ini merupakan sebuah amanah besar yang harus dijalankan secara profesional dan objektif.
Menurutnya, proses seleksi PHD bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian penting dari upaya negara memastikan kualitas pelayanan kepada jamaah haji di Tanah Suci.
“Ini bukan soal siapa yang lolos, tetapi bagaimana memastikan petugas yang terpilih benar-benar siap secara mental, pengetahuan, dan komitmen pelayanan. Petugas haji bukan hanya bekerja, tetapi membawa misi kemanusiaan dan ibadah,” ujarnya.
Dalam proses wawancara, Abdul Halim mengungkapkan sejumlah temuan yang cukup menggembirakan. Banyak peserta dinilai telah memiliki pemahaman yang baik tentang tugas dasar PHD, khususnya dalam aspek pendampingan jamaah lansia, komunikasi, serta etika pelayanan.

1.381 Calon Jamaah Haji Padati Auditorium UIN Madura, Puncak Manasik Kabupaten Berlangsung Meriah
“Yang membahagiakan, cukup banyak peserta yang datang dengan motivasi melayani, bukan sekadar ingin berangkat ke Tanah Suci. Ini modal penting dalam membangun pelayanan haji yang humanis,” katanya.
Namun demikian, ia juga mencatat masih adanya hal yang perlu menjadi perhatian. Beberapa peserta dinilai perlu memahami regulasi teknis, standar operasional prosedur (SOP), serta simulasi penanganan persoalan di lapangan.
“Namun demikian nanti akan diperkuat pengetahuannya melalui bimtek atau pembekalan petugas haji daerah” tambahnya.
Abdul Halim berharap, petugas haji yang terpilih tahun ini dapat menjadi representasi pelayanan publik yang berintegritas, disiplin, dan berempati. Ia menekankan pentingnya keikhlasan, kesabaran, serta kemampuan bekerja dalam tim lintas daerah dan lintas fungsi.
“Petugas haji harus adaptif dengan teknologi, patuh regulasi, dan siap menghadapi dinamika di lapangan. Mereka bukan hanya membawa nama lembaga, tetapi juga wajah negara dan kualitas pelayanan Indonesia di mata dunia,” tuturnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, diharapkan seleksi Petugas Haji Daerah Tahun 2026 dapat melahirkan petugas yang kompeten, amanah, serta siap memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah haji.[iss]
Penulis : Issul
Editor : Humas Kemenhaj Pamekasan
Sumber Berita : Wawancara


