Surabaya (Kemenhaj Pamekasan ) — Demi terselenggaranya rangkaian ibadah haji yang damai, tertib, dan tenteram, Pemerintah Indonesia setiap tahunnya menugaskan kurang lebih 1.000 petugas haji. Petugas tersebut terbagi dalam beberapa kategori, yakni Petugas Haji Daerah (PHD), PPIH Kloter, PPIH Embarkasi, PPIH Pusat, serta PPIH Arab Saudi. Untuk memastikan kredibilitas dan profesionalitasnya, seluruh petugas yang terpilih wajib melalui serangkaian ujian dan tahapan wawancara.
Pada Kamis (22/1/2026), Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur melaksanakan ujian sertifikasi Petugas Haji Daerah (PHD) yang bertempat di Asrama Haji Surabaya. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, M.Si, beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Menteri Haji dan Umrah menyampaikan sejumlah penegasan penting kepada para peserta. Salah satunya terkait adanya pembaruan dalam pelatihan petugas haji tahun ini, yakni penerapan pelatihan berbasis kedisiplinan militer. Menurutnya, langkah ini bertujuan untuk membentuk petugas yang lebih disiplin, sigap, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Seleksi tahun ini kami pastikan benar-benar serius dan berorientasi pada kompetensi. Tidak ada lagi istilah ‘nyomot’ petugas. Semua wajib melalui ujian dan wawancara,” ujarnya.
Beliau juga mengingatkan bahwa waktu persiapan haji semakin sempit, sehingga tidak boleh ada ruang bagi kelalaian sekecil apa pun dalam proses pelayanan jamaah.
“Tidak ada toleransi atas segala bentuk kelalaian yang terjadi,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Gus Irfan, sapaan akrab Menteri Haji dan Umrah, menjelaskan bahwa pelaksanaan seleksi petugas haji tahun ini dilakukan secara ketat, berlapis, terbuka, dan akuntabel. Proses seleksi tersebut, kata beliau, diawasi oleh KPK, BPK, media, serta dapat dipantau langsung oleh masyarakat.
“Perlu dipahami bahwa jatah petugas ini diambil dari jatah jamaah haji reguler. Maka ambillah amanah ini dengan penuh tanggung jawab,” pesannya kepada seluruh peserta.
Di akhir sambutannya, Menteri Haji dan Umrah menyampaikan ucapan selamat kepada para peserta yang mengikuti seleksi. Ia berharap proses ini mampu melahirkan petugas haji yang benar-benar layak menjadi pelayan bagi para tamu Allah.
“Pengabdian kepada tamu Allah hanya layak diberikan kepada mereka yang hatinya bersih,” pungkasnya.[iss]
Penulis : Issul
Editor : Humas Kemenhaj Pamekasan
Sumber Berita : Pidato Menteri Haji dan Umrah



