Surabaya (kemenhajpamekasan)— Komitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji Kota Surabaya kembali ditegaskan dalam koordinasi antara jajaran Kemenhaj dan Pemerintah Kota Surabaya bersama Wali Kota Surabaya.
Pertemuan tersebut menegaskan semangat berkelanjutan untuk terus berkoordinasi, bersinergi, dan berkolaborasi demi kepentingan jamaah haji Surabaya.
Dalam pertemuan itu disepakati sejumlah hasil koordinasi strategis. Salah satunya, perubahan pola pelepasan jamaah haji Kota Surabaya. Jika pada tahun-tahun sebelumnya keberangkatan jamaah dilakukan di Asrama Haji karena Surabaya berperan sebagai daerah penyangga, maka pada musim haji mendatang pelepasan akan dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Surabaya bersama 2.808 jamaah haji.

Sinergi Kemenhaj Pamekasan dan BSI dalam Mempermudah Proses Pelunasan Dana Haji Jamaah Pamekasan
Lokasi yang disiapkan untuk agenda tersebut adalah Hotel Empire Palace Surabaya atau Masjid Al Akbar Surabaya.
Selain itu, Pemerintah Kota Surabaya menyatakan kesiapan membantu Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya dalam proses pendataan dan pemberitahuan keberangkatan jamaah, khususnya bagi jamaah yang telah berpindah alamat domisili, agar seluruh informasi dan verifikasi keberangkatan dapat tersampaikan secara akurat dan tepat waktu.
Dukungan lain yang disepakati adalah penyediaan videotron di sejumlah jalan protokol Kota Surabaya untuk menayangkan ucapan selamat jalan bagi jamaah haji pada musim haji 2026. Langkah ini diharapkan menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral pemerintah kota Surabaya kepada para jamaah yang akan menunaikan rukun Islam kelima.
Pemkot Surabaya juga menyatakan siap mendukung kendaraan operasional Kemenhaj guna menunjang kelancaran layanan administrasi dan koordinasi teknis penyelenggaraan haji. Di sisi lain, Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemkot Surabaya dalam seluruh aspek pelayanan jamaah haji kota ini.
Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan harapan agar dengan hadirnya Kementerian Haji dan Umrah sebagai kementerian baru serta keberadaan gedung PLHUT Kota Surabaya, pelayanan jamaah haji dapat lebih fokus, terintegrasi, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kota Surabaya Sururil Faizin menyampaikan keterbukaan kepada Pemkot Surabaya bahwa sebagai kementerian baru, jumlah pegawai masih terbatas. Oleh karena itu, disampaikan permohonan maaf apabila di awal pelayanan masih terdapat pengaduan masyarakat yang masuk ke Pemkot terkait layanan haji. Komitmen perbaikan dan penguatan layanan terus dilakukan secara bertahap.
Pertemuan ini turut dihadiri oleh Fikser, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; Yayuk, Staf Ahli Wali Kota Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan; Arif Budiman, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat; Evi, Kasi Kesra; serta jajaran Kepala dan Kasubbag Kementerian Agama Kota Surabaya.
Melalui kolaborasi lintas lembaga ini, Pemerintah Kota Surabaya dan Kemenhaj berharap penyelenggaraan haji ke depan tidak hanya berjalan tertib secara administratif, tetapi juga semakin humanis dan berpihak pada kenyamanan jamaah.
Penulis : Humas


